Tampilkan postingan dengan label Info Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pertanian. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2018

Syukron: Kiat Tingkatkan Produksi JAMBU MERAH Dengan Penerapan ORGANIK

Syukron: Kiat Tingkatkan Produksi JAMBU MERAH Dengan Penerapan ORGANIK


Jambu Merah
Awalnya buah jambu klutuk ( jambu biji) disepelekan. Bahkan dianggap buah yang hanya populer di kalangan orang kampung saja. Namun setelah hasil penelitian menunjukan buah jambu merah dapat mengatasi penyakit demam berdarah, buah ini laris di pasaran dan hasil uji lab, buah jambu merah memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Selain itu, buah jambu merah megandung zat tertentu yang bisa merangsang perkembangan trobosit dalam darah. Nah, zat dalam buah jambu biji ini, bisa merangsang kembali pertumbuhan trombosit. Karenanya, jambu merah ini banyak diburu masyarakat, untuk sajian minuman jus yang menyegarkan.

Syukron, warga asli putra Depok Jawa Barat ini, merupakan petani jambu merah organik yang sudah turun menurun. Saat ini, Syukron memiliki lahan sekitar 1 hektar yang ditanami jambu merah disamping belimbing yang menjadi ‘icon’ Kota Depok. Syukron pun dipercaya memimpin Kelompok Tani Prima Nusantara (KTPN) yang ada diwilayah itu. Kelompok ini, beranggotakan petani buah jambu merah, buah belimbing dan peternak.

Ketertarikan saya dalam usaha budidaya jambu merah ini, terdorong karena pemanfaatan limbah usaha catering dan pupuk kandang yang saya jadikan pupuk organik bokashi dengan teknologi EM-4. Dulu saya sanksi dengan pupuk organik, kini setelah ditreatment dengan pupuk bokashi baik cair ataupun padat, buah jambu berbuah lebat, pohon kelihatan sehat, buahnya besar-besar, lebih manis, tahan lama dan tidak mudah busuk, “katanya.

Budidaya jambu memang perlu perawatan. Untuk mendapatkan buah jambu yang bagus, penampilannya mulus, dan rasanya manis, tanaman butuh perawatan yang memadai. Perawatan tanaman dimulai sejak bibit ditanam hingga tanaman berproduksi. Perawatan itu terutama dalam pemupukan.”Saya merasakan pupuk organik dengan teknologi EM-4 mampu memberikan hasil yang berkualitas dan rajin berbuah,”jelasnya.

Untuk memenuhi keperluan pupuk organik, baik bokashi padat maupun bokashi cair, Syukron membuatnya sendiri.”Saya memiliki 100 ternak kambing yang siap menghasilkan pupuk organik, tak hanya itu, air seni ternak pun saya manfaatkan untuk pupuk cairnya,”katanya. Penggunaan bokashi juga sedikit, untuk satu lubang bibit buah jambu hanya 20 kg bokashi padat selama 1 tahun, kemudian setiap seminggu sekali disirami bokashi cair yang telah difermentasi dengan EM-4. Selain biaya yang dikeluarkan lebih murah, hasil panen yang dihasilkan bebas dan pestisida maupun residu bahan kimia lainnya.

Yang menarik pemeliharaan jambu merah sangat mudah. “Setelah tanam, kita cukup siram satu minggu sekali dan pembuangan rumput maupun gulma yang tumbuh di sekitar kebun, agar penyerapan nutrisi tanaman sempurna,”tuturnya.

Biaya produksi pun bisa ditekan, karenanya Syukron tak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk kimia (NPK, Urea, TSP) serta pestisida. Hanya saja untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, Sukron memberi tanaman tersebut bokashi cair dan padat yang telah difermentasi dengan EM-4 yang harganya sangat terjangkau dan irit dalam penggunaannya.

Sedang kendala yang dihadapi, biasanya yang menjadi momok bagi para petani adalah serangan hama dan penyakit. Begitu pula pada budidaya jambu merah ini sendiri. Sukron mengaku, hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman jambu nya adalah serangan ulat, belalang dan lalat buah. Namun bagi Syukron, hal semacam itu tidak begitu ia khawatirkan. “Pencegahan dan penanggulangan hama dan penyakit seperti itu cukup saya lakukan secara manual saja, tidak melakukan penyemprotan pestisida,” jelasnya. Menurut Sukron, bila tanaman jambunya terkena serangan hama/penyakit, ia cukup memotong daun/ batang yang terkena serangan secara manual saja.

Dengan permintaan yang terus meningkat, Syukron mengatakan prospek usaha budidaya jambu menah ini sangat bagus apalagi menggunakan pupuk bokashi berteknologi EM-4. “ Jadi tunggu apalagi, pakai saja EM-4untukbudidaya jambu merah. Karena dengan EM-4, hasil budidaya jambunya terus meningkat, dengan buah yang besar dan rasa yang manis, tidak mudah busuk, dan tentunya bebas residu kimia,”jelasnya bersemangat.***(AGS)

Bebadotan : Pestisida Nabati Ampuh BASMI ULAT GRAYAK

Bebadotan : Pestisida Nabati Ampuh BASMI ULAT GRAYAK


Ulat grayak Spodoptera litura menyerang padi, kedelai, dan bawang merah. Rodiah Baltas dan Mahrita Willis, dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bagor, membuktikan babadotan Ageratum canyzoides efektif mengatasi ulat grayak. Babandotan paling etektif dibanding tanaman lain yang ia teliti, di antaranya cengkeh, serai wangi, sambiloto, dan kunyit. Periset menyuling daun babadotan sehingga memperoleh minyaknya.

Mereka melarutkan 5% minyak itu ke dalam air lalu mencelupkan daun talas ke dalam larutan itu. Daun talas itu lalu diberi kan kepada ulat. Dua hari berselang, 100% dan 60 ulat grayak mati.

Kiat Sukses: Menghasilkan JAMBU MADU DELI Kualitas PRIMA

Kiat Sukses: Menghasilkan JAMBU MADU DELI Kualitas PRIMA

Madu Deli (MDH) Kualitas Prima
Garis di refraktometer itu memperlihatkan angka 12° briks. Dengan kadar itu citarasa jambu air madu deli hijau asal Kota Binjai, Sumatera Utara sangat manis. Jambu air seperti itulah yang kini tengah jadi primadona di Sumatera Utara. Sekali K mencicipi, konsumen pasti ketagihan. Pantas jika jambu air berwarna hijau giok itu dicari pasar. Pasar mensyaratkan daging buah renyah, tekstur keras, dan citarasa manis. Buah dengan bobot 200 g masuk kelas A. Syarat lain kulit buah mulus, bebas bercak dan tanda memar. Wartawan Trubus, Syah Angkasa, menyaksikan panen MDH di kebun milik Sunardi di Binjai Barat. Buah-buah yang dihasilkan besar dan bentuknya penuh, kulit berwarna hijau giok menarik, terlihat bintik-bintik putih di kulit tanda buah manis, dan mulus. Soal manis terbukti dari uji menggunakan refraktometer tadi.

Penanaman di pot hasilkan buah Pot Iebih bagus jambu air madu deli hijau gemuk, Jambu madu deli hijau kualitas prima itu didapat renyah, manis, dan mulus. dan hasil budidaya di dalam Penelusuran Trubus, mayoritas pekebun MDH di Binjai dan Langkat—sebelum berstatus kota madya Binjai adalah ibukota Kabupaten Langkat—menggunakan sistem penanaman di dalam pot, Pengalaman mereka penanaman di tanah menyebabkan kualitas buah menurun. Citarasa buah anyep dan tidak muncul titik titik putih yang menurut mereka tanda buah manis. Menurut pakar buah di Bogor, Provinsi Jawa Barat, Dr Mohamad Reza Tirtawinata MS, kualitas buah yang dibudidayakan di pot cenderung lebih baik. Sebab perlakuan budidaya bisa sangat intensif. Pemberian pupuk misalnya efisien karena tidak ada unsur hara yang terbuang akibat limpasan air hujan.

Sebagai wadah tanam pekebun di Binjai menggunakan 4 pilihan, yakni plastik polibag hitam, pot plastik, pot semen, dan drum. Di antara keempatnya wadah plastik polibag paling banyak digunakan. Alasannya bahan itu mudah didapat, relatif murah, dan tahan lama. Sunardi menyarankan penggunaan polibag khusus dengan kadar kemurnian 100 % dan ukuran minimal 60 cm x 60 cm. Daya tahan polibag mencapai 2—3 tahun. Bahan drum mudah berkarat. Akibatnya bagian bawah drum kerap kali jebol sehingga media tanam dan akar keluar ke tanah. Pot plastik antipecah tahan hingga 5—6 tahun tapi lebih mahal.

Pekebun menggunakan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang hasil fermentasi, Renyah, keras, manis, dan bentukpenuh, kualitas jambu dan sekam padi. Penggunaan media tanam tepat menentukan berhasiil/tidaknya budidaya MDH di pot,” tutur Sunardi. Pekebun yang juga penangkàr senior di Kota Binjai itu menggunakan komposisi 3:2:1. Pupuk kandang berasal dan kotoran kambing atau sapi.

Cara menanam dengan mengisi sepertiga bagian pot dengan media tanam, baru letakkan bibit di tengah (lihat ilustrasi). Pekebun lain di Kota Lubuk pakam, Ericson, menggunakan media berupa lumpur kolam gang dikeringkan selama 2—3 bulan. Bibit yang baik setinggi 40 cm asal perbanyakan dengari setek Bibit sehat ditandai daun yang hijau dan segar. Selanjutnya Ietakka tabulampot di tanah darat dengan jarak antarpot 3 m x 3 m atau 2 m X 3 m. Tajuk MDH membentuk Kerucut sehingga bisa ditanam dengan jarak rapat Selanjutnya pekebun merawat dengan memberikan pupuk organik dan sesedikit mungkin pupuk kimiawi.

Intensif
Pekebun juga melakukan pemangkasan untuk rnenghasilkan bentuk tajuk seimbang dan memacu anaman berbuah. Sunardi membagi menjadi pemangkasan dengan pernangkasan tajuk dan penyeimbang. Pemangkasan bentuk tajuk diakukan nada umur 4 buían pascatanam. Selanjutnya dilakukan pemangkasan penyeimbang setiap 3 bulan. Dengan pemangkasan teratur tinggi tanaman dipertahankan maksimal 2 meter.

Perawatan lain
Derupa penyiraman. Sunardi menggunakan sistem pengairan selang irigasi. Tanaman jambu air tidak boleh kurang air,” tutur pemilik nurseri Mulia Tani itu.

Madu deli hijau belajar berbunga pada umur 7 bulan pascatanam bibit setinggi 40 cm. Saat itu penggunaan pupuk kandang diganti menjadi asal kotoran unggas. Sebab kandungan fostor dan kaliumnya lebih tinggi sehingga kualitas rasa dan tekstur jambu MDH lebih baik. Ericson menggunakan pupuk kandang kotoran puyuh. Hasilnya percabangan kokoh serta tangkai buah Kekar dan panjarig Sosok buah yang dihasilkan lebih membulat Setiap bulan tambahkan 1 kg oupuk kandang per pot Selanjutnya lakukan seleksi bunga jika terlalu padat Selang 14—15 hari setelah bunga menjadi buah, bungkus dengan plastik putih susu. Tujuannya untuk menghindari serangan lalat buah yang biasa menjadi musuh penanaman ambu air dan menghasilkan penampilan buah yang baik Kerusakan akibat serangan lalat buah mencapai 40%. Untuk mencegah serangan hama, terutama pada musim kemarau, pekebun dapat menyemprotkan insektisida sebulan sekali.

Sementara di musim hujan penyemprotan fungisida 1—3 minggu sekali tergantung berat tidaknya serangan penyakit Selang 3 bulan sejak pembuahan MDH siap panen. Cirinya warna hijau dengan titik-titik putih, bentuk penuh, dan cuping di bagian pantat buah sudah mekar. Dengan cara intensif dapatkan MDH berkualitas prima. (Evy Syarieta/Peliput: Syah Angkasa)
Kisah: Dahulu PEMULUNG Kini Pengusaha JAMBU MADU

Kisah: Dahulu PEMULUNG Kini Pengusaha JAMBU MADU

Tebang kelapa sawit, tanam jambu deli hijau.

Tindakan Sunardi menebang 100 pohon kelapa sawit di lahan 7.200 m2 setahun silam sempat dianggap “gua” oleh warga kampung Sei Remban, Payaroba, Kota Binjai, Sumatera Utara. Musababnya tanaman berumur 6 tahun itu sudah berproduksi. Sunardi dapat menuai 2 tandan buah per pohon, berbobot total 10—15 kg setiap 2 pekan. Dengan harga Rp 1.300—Rp 1.500 per kg, la berpeluang meraup omzet minimal Rp3.000.000 per bulan atau 36-juta per tahun.

Nilai itu sangat cukup untuk kehidupan di Binjai. Apalagi sawit dapat berproduksi hingga 25 tahun. Artinya, pekebun tinggal menikmati hasil panen. Pantas jika warga Sumatera Utara menganggap tanaman anggota famili Arecaceae itu bak mesin anjungan tunai mandiri. Meski mendapat tanggapan negatif dan warga sekitar, Sunardi bergeming. la mantap dengan keputusannya, menebang pohon EIaeis guineensis.

Tiga ter
Sebagai pengganti kelapa sawit, Sunardi menanam 700 jambu air deli hijau dalam pot berjarak 3 m x 3 m. Keputusan ayah 3 anak itu mengganti sawit dengan jambu deli hijau bukan tanpa alasan. Berdasarkan hitungan analisis usaha, budidaya jambu air lebih menguntungkan. Tabulampot deli hijau panen perdana pada tahun kedua penanaman dengan rata-rata 6 kg per pohon per tahun. Dengan harga jual Rp 25.000 per kg, omzet Sunardi Rp 105-juta dari 700 pohon. Artinya tamatan SMK Tunas Pelita, Binjai, jurusan otomotif itu menuai pendapatan hampir 3 kali lipat lebih tinggi daripada kelapa sawit.

Pundi
pundi Sunardi kian meningkat seiring pertambahan umur tanaman. Pada tahun ke-3 dipanen 15 kg buah per pohon dan tahun ke-4, 30 kg/pohon. Sunardi menjatuhkan pilihan pada deli hijau melalui proses pengamatan lapang. Sebagai penangkar, ia memiliki beragam 17 varietas jambu air seperti: black diamond, cincalo, citra, deli hijau, kesuma merah, dan king rose.

Berdasarkan pengamatan lapang selama 10 tahun, Sunardi menilai tabulampot jambu madu deli lebih unggul daripada jambu air lain. Sedikitnya, “la memiliki 3 ter, yakni termanis, termudah berbuah, dan terlebat buahnya,” kata Sunardi. Analisis di laboratorium menunjukkan tingkat kemanisan buah 12,4° briks. Lantaran buah manis seperti madu, Sunardi mendaftarkan jambu air itu sebagai buah unggul lokal dengan nama madu deli (MD). Namun, karena alasan administrasi nama itu berubah menjadi deli hijau.

Pemulung di pasar
Pada 2010 Sunardi mulai mengebunkan 200 jambu deli hijau secara komersial dalam polibag, lazimnya di tanah. “Tabulampot dipilih karena potensi buah jambu deli hijau muncul secara maksimal. Bila di tanah, rasanya kurang manis. Ditanam di pot pun, buahnya tetap lebat,” katanya.

Berselang 9—10 bulan tabulampot jambu madu deli asal bibit sambung berbunga. Sekitar tiga bulan kemudian, buah dapat dipanen. Sunardi memanen buah perdana rata-rata 2—3 kg per pot atau total sekitar 500 kg.

Dalam satu tahun bisa 3 kali panen raya,’kata pemilik CV Mulia Tani tu. Produksi kian meningkat setiap tahun dan stabil pada tahun ke-4, yaitu 30 kg per pohon per tahun. Pada awal produksi, Sunardi membagikan buah kepada keluarga, tetangga, kenalan, dan anggota kelompok sekaligus promosi.

Pada pembuahan ketiga. Sunardi mudah menjual karena masyarakat telah mengenal keunggulan deli hijau. Kini ia memiliki 2.000 pot jambu berumur minimal 2 tahun dan 1.000 pot umur 6—7 bulan.

Pria 44 tahun itu memiliki ide membuat deli hijau sebagai tanaman pertanian perkotaan ke Pemerintah Kota Binjal. Blnjai itu kota kecil, lahan pertanian terbatas, dan sebagian halaman perumahan telah ditutup paving block Jambu air dalam pot layak diusahakan masyarakat karena sosoknya kecil, buah lebat. dan harga tinggi sehingga dapat memberikan pendapatan tambahan bagi warga,’ jelas Sunardi.

Semula Pemulung
Sunardi memperoleh kesukseksan bukan tanpa aral. Tanpa modal, anak petani itu memilih sektor pembibitan tanaman hortikultura sebagai usaha 20 tahun silam. Untuk mendapatkan batang bawah, Sunardi tak segan mengorek tempat sampah di pasar Binjai untuk mencari aneka biji buah-buahan: durian, mangga, avokad, dan rambutan. Kalau tidak begitu, bagaimana bisa mendapatkan blji untuk disemai,” ujarnya.

Biji-biji itu kemudian disemai di tanah hingga tumbuh. Sementara menunggu bibit bawah tumbuh, Sunardi membeli pohon induk unggul untuk disambungkan pada batang bawah yang sudah tumbuh. la membeli durian montong dan chanee dan diambil cabangnya untuk disambung ke batang bawahnya. la kemudian memindahkan bibit sambungan dan memasukkan ke polibag untuk dijual.

Perburuan entres unggul masih dilakukan hingga kini. Untuk mendapat jambu deli hijau jumbo, la menukar dengan durian loved. Ada pula yang harus ditukar dengan jual jasa. Pemilik pohon unggul yang tidak bisa memperbanyak, meminta bantuan Sunardi untuk memperbanyak. Hasilnya, bibit yang telah diperbanyak dibagi bersama.

Kini di kebunnya di Sei Remban, Payaroba, Binjal Barat, menghampar belasan ribu bibit aneka jenis. Ada belasan jenis durian unggul lokal dan nasional, mangga. lengkeng, rambutan, avokad, sirsak, jeruk, pamelo, dan jambu air. Sebelum 2012, durian merupakan komoditas unggulan Sunardi. Namun setelahnya, jambu air deli hijau yang mengalami lonjakan permintaan hingga menjadi primadona baru CV Mitra Tani. “Nilai penjualannya telah menyamal atau bahkan melebihi pendapatan dan seluruh jenis bibit.” ujar Sunardi.

Pada 2013 Sunardi dan kelompok tani beranggota 36 orang menjual 60.000 bibit jambu madu ke berbagal kota seperti Pekanbaru, Bengkulu, Lampung, Padang, dan Balikpapan. Semua penjualan hasil produksi anggota kelompok dengan sistem manajemen satu pintu. Artinya, semua produksi bibit dan buah dan anggota kelompok disetor ke CV Mitra Tani untuk kemudian dijual. °Dengan menjual lewat 1 pintu, kualitas bibit dan buah dapat dipertahankan,” kata Sunardi.

Sunardi mewajibkan setiap anggota memiliki minimal 50 pohon induk bersertifikat. Mitra Tani menjual sebuah bibit setinggi 30—40 cm Rp25.000 dan buah, Rp25.000—Rp45.000/kg tergantung mutu. Setiap hari kelompok itu menjual buah 30—50 kg Bahkan pekan ke-3 Mei, 78 kg buah habis tetjual dalam waktu 5 jam,” ujar Sunardi. Jambu deli hijau memang manis, manis di mulut, manis di mata, dan manis di kantong itulah yang Sunardi rasakan. (Syah Arigkasa)
Terbukti: Klengkeng Ruby Merah Dapat Berbuah Di Pot

Terbukti: Klengkeng Ruby Merah Dapat Berbuah Di Pot

Klengkeng Ruby Tambulampot
Klengkeng merah tergolong buah eksklusif. Produksinya masih terbatas,’ kata Ricky Hadimulya, penangkar buah di Parung, Bogor, Jawa Barat. Ia menuturkan di negara asal harga per kilogram buah mencapai tiga kali lipat dari klengkeng biasa.

Meski mahal lengkeng merah tetap banjir peminat. Maklum, sosoknya identik dengan warna keberuntungan dan cocok sebagai buah hantaran. Di tanah air, klengkeng merah yang didatangkan Ricky setahun silam itu tergolong varian anyar.

Gregori Garnadi Hambali, pakar buah senior di Bogor, menuturkan klengkeng merah cocok untuk tabulampot sebab berpenampilan menarik. Sosok pendek dan rajin berbuah. Dompolan buah berwarna merah seronok senada dengan warna daun yang merah kecokelatan. Yang membuatnya makin istimewa, citarasa Dimocarpus Iongan itu memiliki tingkat kemanisan tinggi. Ricky Hadimulya menambahkan, klengkeng merah pas untuk pehobi super sibuk sebab tidak membutuhkan perawatan khusus.

Tanpa Perangsang
Menurut Ricky, klengkeng merah adaptif di berbagai ketinggian tempat dan berbuah tanpa bantuan perangsang. Beberapa jenis klengkeng perlu dirangsang dengan memberikan asupan kalium (K) dan potasium klorat (KClO3). Menurut ahli buah dan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian, Bogor, Sobir PhD, sejatinya pemberian potasium klorat (KCI) merupakan cara untuk membuat tanaman stres sehingga terpaksa berbunga.

la menuturkan potasium klorat membuat rasio karbon terhadap nitrogen pada tanaman lebih tinggi. Akibatnya, tanaman cepat memasuki fase generatif sehingga proses pembungaan dapat segera terjadi. Pada tanaman buah, cara membuat rasio karbon terhadap nitrogen lebih tinggi juga bisa dilakukan dengan mengerat batang.

Wiwik Wijayahadi, penangkar buah di Yogyakarta, menduga klengkeng merah termasuk golongan klengkeng non temperate (tropis), serupa dengan pingpong, diamond river, dan matalada. Klengkeng-klengkeng itu mudah berbuah di dataran rendah tanpa perlakuan khusus. Wiwik menuturkan umumnya pehobi menyukai jenis lengkeng itu sebab perawatannya mudah dan gampang berbuah dalam pot. “Hampir 90% pehobi lengkeng meminta jenis klengkeng tropis,” ujarnya.


Pehobi menghindari klengkeng temperate (subtropis) seperti itoh dan blew kiew dihindari sebab membutuhkan perlakuan khusus. Namun jangan salah, lengkeng temperate justru disukai para pekebun,” kata Wiwik. la menuturkan Iengkeng subtropis unggul di produktivitas. “Jumlah buah per dompol dan jumlah dompol per tanaman lebih banyak,” ujar manajer pemasaran PT Dupont Indonesia itu. Sementara klengkeng non temparate kebalikannya.

Pupuk rutin
Ricky Hadimulya menuturkan meski tanpa bantuan perangsang, perawatan intensif tetap dibutuhkan bila ingin klengkeng rubi— sebutan lain klengkeng merah—berbuah susul menyusul. Kunci utama membuahkan klengkeng rubi adalah menyiapkan media tumbuh yang nyaman. Pilih media porous tapi kaya hara,” katanya. la menggunakan media berupa tanah, pupuk kandang fermentasi, serbuk sabut kelapa, dan sekam bakar dengan perbandingan sama. Ia mengaduk bahan itu hingga tercampur rata.

Sesudah memasukkan media tanam dan bibit ke dalam pot, Picky menaburkan anti cendawan berbahan aktif karbofuran. Berikutnya, la menyemprotkan suplemen tanaman berdosis 1 ml per liter air setiap pekan selama tiga pekan berturut-turut. Ketika tanaman berumur sebulan, pemilik nurseri Hara itu menyemprotkan pupuk NPK seimbang 20:20:20 sebanyak 0,75 gram per liter air. Pemberiannya dua kali setiap pekan hingga tajuk tanaman rimbun atau saat berumur 5—6 bulan pascatanam. Pemberian dosis rendah tetapi Iebih sering cocok untuk tanaman muda.

Perawatan selanjutnya adalah pemangkasan untuk merapikan tajuk tanaman. Ricky memotong batang yang ngelancir. Saat tanaman berumur 6 bulan pascatanam, la memberikan pupuk cair yang mengandung kadar fosfor dan kalium tinggi (6:30:30) berdosis 0,7 ml per liter air. Aplikasinya setiap pekan hingga tanaman berbunga dan calon buah muncul. Saat fase itu tiba pemupukan dihentikan sejenak hingga buah seukuran kacang tanah. Setelah itu, pemupukan dilanjutkan kembali dengan dosis sama.

Pemupukan rutin membuat tanaman anggota keluarga Sapindaceae itu rajin berbuah. Dalam satu tanaman ada bunga, buah muda, dan buah tua. Setiap dompolan berisi belasan buah. Aroma khas lengkeng akan menguat bila buah sudah matang. Ricky meletakan tabulampot lengkeng merah itu di tempat yang terkena sinar matahari penuh agar proses fotosintesis tanaman berlangsung sempurna. (Andan Titisari).

Jumat, 23 November 2018

6 Masalah PADA BUDIDAYA JAMBU MADU DELI HIJAU

6 Masalah PADA BUDIDAYA JAMBU MADU DELI HIJAU


Kendala Pada Budidaya Jambu Madu ??
Sejumlah kendala mengadang pekebun jambu madu deli hijau baik di lahan maupun pasar.
Mahalnya harga bibit, serangan lalat buah, buah rontok, rasa tidak manis adalah tantangan bagi pekebun. Berikut beberapa kendala mengebunkan jambu madu dan cara mengatasinya.

1. Rasa tidak manis dan bergabus ?

Solusi
- Siram tanaman  secara rutin 2 kali sehari saat berbunga dan berbuah. Seminggu sebelum penen, hentikan penyiraman.
- Untuk memaniskan, berikan pupuk yang mengandung Mg, misal MgHSO4 (garam inggris).
- Usahakan cahaya tetap masuk dalam sela-sela tanaman sehingga buah ikut bertotosintesis,
- Tekstur bergabus (heart rot) diatasi dengan memberikan borax (H3803)

2. Serangan lalat buah ?

Solusi
- Lakukan pembungkusan pada hari ke-14—16 setelah penyerbukan atau boah sebesar lengkeng

3. Buah terbakar ?

Solusi
- Hindari menggunakan pembungkus transparan.
- Hindari memangkas tajuk saat tanaman berbuah agar buah tetap ternaungi daun.

4. Buah pecah ?

Solusi
- Hindari tanaman kekunangan air, sehingga pengairan harus rutin 2 kali saat berbuah.
- Pemupukan tidak berlebihan. Lebih baik sedlkit tapi rutin

5. Buah rantok ?
  
Solusi
- Gunakan pupuk P dan K. Hindan Urea dan Za.
- Buah yang dipentahankan maksimal 4 buah per dompolan.
- Buat beberapa lubang di pembungkus.

6. Buah terserang hama, penyakit, atau organisme pengganggu lainnya ?

Solusi
- Semprot dengan pestisida setiap minggu. Namun, 2 minggu menjelang panen penyemprotan dan pemberian pestisida dihentikan.
JAMBU MADU DELI HIJAU: Omset 38 Juta Sekali Panen

JAMBU MADU DELI HIJAU: Omset 38 Juta Sekali Panen


 

Pulang bekerja, Muhammad Rafi belum bisa bersantai. Pengusaha boga di Provinsi Riau itu mempunyai tugas baru, yakni merawat 100 pohon jambu madu yang kini berumur 2 tahun. Rafi menanam jambu deli di pot berjarak tanam 3 m x 3 m di lahan 2.000 m2. Alumnus Sekolah Tinggi Teknologi Nasional itu memetik rata-rata 5—10 kg per hari dan ke-100 tanaman produktif. Panen tu berlangsung setiap hari hampir sepanjang tahun.

Pekebun di Sepakat kulim, Kota Pekanbaru, itu meraup omzet minimal Rp 6-juta per bulan. Harga jual di tingkat pekebun di Pekanbaru memang aduhai, Rp 40.000 per kg. Rafi tidak kesulitan menjual buah karena pengepul datang langsung ke kebun membawa rupiah. Permintaan mereka 100 kg per hari, tetapi Rafi baru memenuhi 5—10 kg per hari. Pengepul menjual buah ke kedai kedai buah di Pekanbaru. Menurut Rafi pasar mencari jambu madu karena bercitarasa lezat, manis, gurih, dan renyah. Keruan saja omzet pekebun itu bakal kian membubung. Pendapatan gemilang itu buah keputusan Rafi pada 2012 untuk menanam jambu deli. “Saya tertarik menanam jambu madu karena rasanya manis dan gurih, dan cepat berbuah. Pada umur 6—10 bulan, tanaman belajar berbuah,” kata ayah 2 anak itu.

Tingkat kemanisan jambu madu deli 12,4° briks. Jambu air jenis citra yang lebih dahulu populer 12°briks. Muhammad Rafi tak sendiri mencecap manisnya berkebun jambu madu. Pekebun di Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Shodikin, juga mengebunkan 600 pohon di pot alias tabulampot. Pekebun sejak 2008 itu menuai rata-rata 30 kg buah per hari dalam sekali panen yang memberikan omzet total Rp 840.000. Itu dengan asumsi harga Rp28.000 per kg. Pohon pohon di kebun Shodikin yang berumur 6 tahun itu menghasilkan buah berukuran sedang, satu kg terdiri atas 8—10 buah. Kualitas A terdiri atas 5—6 buah per kg Kedua pekebun itu mampu menghasilkan buah bermutu antara lain dengan pemupukan serta penjarangan dan pembungkusan buah.

Jambu air yang dikebunkan Muhammad Rafi dan Shodikin itu populer dengan nama madu deli hijau. Namanya menyiratkan citarasa manis bagai madu dan berwarna hijau. lnilah jambu air yang digadang gadang punya sejumlah keunggulan sehingga cocok untuk dikebunkan secara komersial maupun sebagai tanaman hobi. Menurut ahli buah dan Institut Pertanian Bogor, Sobir PhD, keunggulan jambu madu pada daging buah yang renyah dan manis yang pas. Kandungan air rendah sehingga tahan lebih lama disimpan. Kelemahannya, warnanya yang hijau kurang atraktif dibandingkan dengan citra, cincalo, dan king rose yang berwarna merah dan merah muda. Namun. menurut pakar buah di Bogor, Jawa Barat, Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata MS, justru kulitnya yang hijau itulah yang membuat jambu madu amat manis. Apalagi semakin tebal daging berwarna hijau, rasanya akan semakin manis, “Kulit hijau itu turut berfotosintesis sehingga ikut menghasilkan gula,” kata doktor alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Pekebun dan penangkar buah di Binjai, Sumatera Utara, Sunardi menyebut jambu deli híjau layak dikembangkan karena memiliki 3 ter. Termanis, termudah berbuah, dan terlebat buahnya. Itu hasil penelitian di lapang terhadap 17 jenis jambu air selama 10 tahun. Jambu unggul itu sejatinya pendatang dari Taiwan. Menurut penangkar bibit buah di Medan, Sumatera Utara. Asih, jambu deli masuk ke Medan pada 1994. Tetangganya di Deli Tua mendatangkan bibit asal Taiwan yang batangnya berdiameter 20—30 cm. Pemilik pohon memberikan satu bibit kepada Asih yang kemudian menanam di pot Tujuh bulan kemudian jambu itu berbunga dan berbuah lebat. Rasanya amat manis seperti bermadu hingga muncul embel-embel madu. Sebagai penangkar bibit, naluri bisnisnya tergerak untuk memperbanyak bibit dengan cangkok dan setek. Sementara itu di Binjai, Sumatera Utara, Sunardi juga memperoleh bibit Di tangannyalah kemudian jambu madu itu berkembang pesat di seantero Sumatera Utara.

Pekebun jambu madu kini tersebar di Kabupaten Serdang bedagai, Medan, Binjai, Langkat, dan Deliserdang—sohor sebagai Kesultanan Deli. Sunardi yang membentuk kelompok tani Mulya Tani kini beranggota 36 pekebun itu mendaftarkan jambu itu ke Kementerian Pertanian sebagai jambu air varietas unggul. Kementerian merilis jambu itu dengan nama deli hijau. Kata deli mengacu pada sentra penanaman, yakni Kesultanan Deli tempo dulu. Kini bibit deli bukan hanya terkonsentrasi di Sumatera Utara. Beberapa pekebun di Bogor, Jawa Barat, Sleman, Yogjakarta, dan Pekanbaru, Riau juga membudidayakan jambu deli hijau.

Pekebun di Bogor, Rudi Puiwadi, menanam 100 tabulampot madu hijau pada awal 2014. Adapun di Banguntapan, Yogyakarta, Mukriyanto mengebunkan 160 deli hijau dalam polibag besar 75 liter. Mukriyanto mendatangkan bibit dari Medan.  Ia berencana memperluas penanaman hingga 600—1.000 bibit lagi di dekat kebun pertama. Menurut Sunardi jambu air adaptif di berbagai daerah di Indonesia. Di Demak, Jawa Tengah, misalnya berkembang citra di Bulungan, Kalimantan Utara, king rose.

Hitung-hitungan Sunardi, dengan populasi 200 tanaman, maka produktivitas jambu madu optimal mulai umur 4 tahun, yakni 30 kg per pohon per panen. Dengan harga jual minimal Rp25.000 per kg omzet pekebun mencapai Rp38- juta sekali panen.

Permintaan tinggi
Para pekebun itu tertarik mengebunkan jambu niadu lantaran permintaan tinggi. Pukul 06.00 tadi dua agen buah datang minta buah.” kata Shodikin. Keduanya minta berapa pun yang diproduksi Shodikin. Padahal, ayah dua putri itu juga mempunyai pelanggan di Binjai. Bahkan seorang eksportir di Tanjung morawa, Medan, minta pasokan rutin 1.000—2.000 kg per bulan. Shodikin mengatakan permintaan buah jambu madu tidak pernah surut, meski pekebunnya semakin banyak. Para pekebun seperti Sunardi Suherman dan Sugiyanto di Binjal dan Eriksen (Deli serdang) kewalahan memenuhi tingginya permintaan.

Sunardi dan kelompoknya hanya sanggup menyediakan 30—70 kg buah per hari. Itu pun habis dalam beberapa jam. Padahal permintaan mencapai 500 kg per hari. Sementara Eriksen terpaksa menghentikan pengiriman ke Jakarta lantaran kian sulit mendapat buah. Pada 2012 ia rutin mengirim 20—50 kg ke Jakarta setiap hari.

Adapun permintaan yang diterimanya di Deliserdang dan sekitarnya mencapai 200 kg per hari, la bermitra dengan 10 pekebun demi memenuhi permintaan ¡tu. Tetap saja pemintaan terus meroket dari pada produksi. ltulah sebabnya pada 2013, Eriksen membuka 2 kebun—total berpopulasl 350 pohon. la berencana memperluas penanaman.

Kadar kemanisan citma 12° briks Menurut mantan pemasar buah di Jakarta, Lioe Nita, buah jambu air akan terserap pasar asal jenisnya bagus. Oleh karena itu sejumlah pekebun menekuni penanaman jambu air. Sebut saja JK Soetanto yang mengebunkan citra di Subang, Jawa Barat, dan Budi Dharmawan yang mengembangkan citra di Kendal, Jawa Tengah. Di mancanegara seperti Thailand dan Taiwan jambu air malah menjadi komoditas ekspor yang dikembangkan di kebun-kebun komersial. Kini pekebun melirik jambu madu, si hijau yang bercitarasa manis.

Meski demikian bukan berarti mengebunkan madu hijau tanpa aral. Beragam hambatan seperti serangan lalat buah atau kadar kemanisan yang rendah mengadang pekebun mewujudkan impian meraih laba. Ketersediaan air di lahan juga menjadi hambatan. Shodikin pernah rugi besar lantaran kemarau panjang Ratusan tanamannya merana. Begitu juga Eriksen yang menuruti permintaan anaknya berlibur, sehingga tidak ada yang menyiram tanamannya. Akibatnya, saat pulang berlibur 5 hari kemudian, daun-daun jambu berguguran hingga 20%. Akibatnya, buah pun kepanasan sehingga warna hijau pudar. 

Jika semua hambatan terlampaui, pekebun bakal meraih laba besar seperi Ahsanil Osman, pekebun di Stabat, yang rutin memasok 20—30 kg per hari. ltu hasil panen dan 200 pohon jambu madu produktif dan 1.000 pot yang tersebar di lahan 1 hektar. Omzet pekebun sejak 2012 itu mencapai Rp 600.000— Rp900.000 per hari. Pasar swalayan Berastagi di Medan tidak menjajakan jambu madu bukan karena mahal. Sigit Triatman, manajer divisi pangan segar, buah, dan sayuran, mengatakan jambu madu tidak tersedia lantaran tidak ada pasokan. Kalau pun ada, paling 1—2 hari kemudian hilang lagi selama 2—3 pekan. Padahal, permintaan buah itu cukup tiggi, mencapal 500 kg, tetapi habis dalam 2—3 hari.

Tatang Halim, pemasok buah di Muara karang, Jakarta Utara, mengatakan tidak menyediakan buah jambu di kios di Jakarta antara lain karena warna dan bentuk tidak standar. Ia pernah menemukan jambu berpenampilan hampir sama mempunyai nama berbeda: kristal jade, jade rose, dan madu deli hijau. Itu membingungkan konsumen,” kata Tatang Halim, Vendri Tri Susanto dan PT Laris Manis Utama, belum memasukkan jambu air sebagai salah satu komoditas yang diniagakan lantaran harganya mahal.

Dengan beragam keunggulan itu wajar bila jambu madu kini menjadi buah bibir. Banyak calon pekebun melirik komoditas itu. Buktinya permintaan bibit cenderung meningkat. Sunardi menjual 1.500—2.000 bibit setinggi 30—40 cm per bulan. Volume penjualan meningkat tajam saat permintaan dan daerah masuk. Sunardi mengirim lebih dan 5.000 bibit ke Tangerang dan Bekasi pada pertengahan 2013. Jika populasi per ha mencapai 1000—1.100 tanaman pot, maka penjualan itu setara Rp 25.000.000. Adapun Shodikin menjual hingga 1000—1.500 bibit per 3—4 bulan.

Pemerintah daerah iuga turut mengembangkan jambu madu. Walikota Binjai Muhammad Idaham dan Kepala Dinas Pentanian Edy Gunawan gencar mempromosikan keunggulan jambu itu. Program Pentanian Perkotaan Kota Binjai itu pun mendapat Pasar akan merespons usai buah jambu berkualitas bagus. Respon dan Kementerian Pertanian dengan menyumbang 15.000 bibit jambu madu bagi masyarakat. Tercatat 9 kepala daerah serentak berkunjung ke Binjai dan tertarik menerapkan pertanian perkotaan di daerahnya masing-masing. Para pekebun jambu madu itu pada umumnya menanam di pot Menurut Sobir mengebunkan tanamen buah dalam pot memerlukan perawatan lebih intensif dlbandingkan penanaman di tanah.

Cara itu blasa diterapkan pada komoditas pertanian berharga mahal’ ujar peneliti buah dan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) itu. la menuturkan sejatinya menanam dalam pot itu solusi untuk bertanam di lahan sempit dan mudah dirawat. Bila perawatan tabulampot baik, tanaman bertahan hingga 10 tahun. Meski begitu, pekebun tetap berpeluang untung bila mengebunkan jambu madu di tanah. Penanaman di tanah produktivitas sebetulnya lebih tinggi, 100—200 kg per pohon umur 6—7 tahun per musim, itu 3 kali lipat dibanding penanaman di pot Namun, tingkat kemanisan buah lebih rendah dan bertekstur kurang renyah. Selain itu warnanya lebih pucat, tidak semenarik bila ditanam di pot, Pantas bila pekebun jambu deli kini lebih memilih penanaman di pot yang mendatangkan rupiah.
(Syah Angkasa/Pellput: Andan Titisari, Bondan Setyawan, & Riefza Vebriansyah).

3 Jenis JAMBU MADU HIJAU : Wajib Kamu Ketahui

3 Jenis JAMBU MADU HIJAU : Wajib Kamu Ketahui



Berikut adalah macam/jenis jambu madu hijau yang perlu kamu ketahui.

1. JAMBU MADU DELI HIJAU
Meski , namanya deli hijau atau madu deli hijau, tetapi warna jambu itu tidak selalu hijau. Di kebun, banyak dijumpai berwarna putih, krem, dan kemerahan. Warna putih krem muncul akibat buah menerima sinar matahari cukup banyak. Wajar bila Shodikin, pekebun di Stabat Kabupaten Langkat menyebutkan warna hijau bukan dari khas deli hijau, tetapi rasa manis yang menjadi ciri utama.

2. JAMBU MADU SALJU
Warna jambu ini hijau mengilap cenderung pucat, mirip plastik. Itulah sosok deli hijau bila ditanam di tanah. Ukuran cukup besar daripada deli hijau standar, panjang 7—8 cm dengan diameter 5—6 cm. . Jambu deli hijau yang ditanam di tanah tersohor dengan sebutan salju. Rasanya kalah manis dan sedikit hambar dibanding yang ditanam di pot.

3. JAMBU MADU GREEN JADE
Namanya green jade. Sebutan itu disematkan lanturan kulit deli hijau mirip warna permata jade. Bentuknya pun tidak berpinggang sehingga terlihat gendut. Eriksen pemiliknya, ia menggunakan media tanam lumpur kolam ikan yang kaya nutrisi sisa lalu dikeringkan 2—3 bulan. la pun diberikan pupuk kandang kotoran puyuh yang proteinnya mencapai 27 %.

Kisah Inspiratif: Dari BUDIDAYA KRISAN HINGGA Mampu Membeli NISSAN

Kisah Inspiratif: Dari BUDIDAYA KRISAN HINGGA Mampu Membeli NISSAN


Siapa bilang memilih hidup dari petani bunga tidak dapat memberi kemapanan. Tidak percaya? Tanyakan saja kepada Muhammad Sodikin, petani asal Sidomulyu, Batu, Malang, Jawa Timur. Dari bertanam krisan, ia mendapat hasil luar biasa dan lebih dari sekedar memenuhi kebutuhan hidup keluarganya mulai dari motor, mobil, serta rumah yang dimilikinya sekarang semuanya adalah hasil dari bertani krisan, bahkan kedepan sodikin berencana akan membangun minimarket yang dana nya bersumber dari bisnis krisan miliknya.
 
Sodikin berujar,"Bisnis krisan ini karena sangat menjanjkan, karena segi hasil sangat memuaskan, saya berbisnis ini sudah 8 tahun yang lalu mulai dari tahun 2010". Sodikin juga menambahkan, dari lahan 200 m2 yang dimilikinya ia tanami 40.000 krisan, dimana 1 siklus panen dapat menghasilkan sebanyak 34.000 batang, selanjutnya dikemas dalam satuan ikatan yang berisi 10 batang krisan.


Pemanfaatan krisan potong yang beragam, menjadikan permintaan akan bunga bernama lain seruni ini cukup besar sedangkan petani yang mengusahakannya belum banyak, sehingga harga jualnya cukup menarik. Pada tingkat petani, krisan potong dihargai 12.000 -15.000 / ikat yang artinya jika panen 3.400 ikat per siklus, seodikin mengantongi omset Rp 40.000.000 rupiah.

Siklus tanam krisan cukup singkat, yaitu 85-100 hari saja, dimana dalam sekali produksi sodikin mengeluarkan modal 15-20 juta per siklus tanam. Hingga kini, ia sudah menggandeng 10 petani untuk bekerja sama hingga total mencapai 10,5 hektar lahan yang mereka tanami krisan.

Diakhir sesi wawancara kami, Sodikin memberi saran agar merawat tanaman krisan ini secara intensif, hal ini dikarenakan tanaman krisan ini juga memiliki banyak musuh alami yang dapat menggagalkan panen, contohnya saja ada trips, ulat, serta kutu kebul.

Jumat, 09 November 2018

Pencari Kerja Bersiap-siaplah, PT EAST WEST SEED (Panah Merah) Membuka Lowongan Pekerjaan di 2018 ini.

Pencari Kerja Bersiap-siaplah, PT EAST WEST SEED (Panah Merah) Membuka Lowongan Pekerjaan di 2018 ini.


PT EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO) atau yang sering kita kenal dengan Cap Panah Merah merupakan salah satu perusahaan penyedia benih sayuran, buah, dan bunga yang terbesar dan terpadu pertama di Indonesia, yang mampu menghasilkan benih unggul melalui kegiatan pemuliaan tanaman. 
Pada kali ini perusahan PT EAST WEST SEED INDONESIA telah membuka lowongan pekerjaan yang ditujukan untuk mengisi beberapa kekurangan tenaga pekerja untuk beberapa bidang tertentu. Hal ini sekiranya dapat menjadi referensi bagi para pencari lowongan pekerjaan, terkhusus para sarjana-sarjana ahli untuk bekerjasama dengan kami di PT EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO). Berikut beberapa bidang yang bisa untuk kamu masuki diantaranya:

MAINTENANCE STAFF
(PT. East West Seed Indonesia )
⏰  Batas Waktu Dari 05 September - 04 Desember 2018
🚗  (Electrical, Mechanical, Semi-conductor) Purwakarta, Jawa Barat.
⏩⏩ Link Lengkap

LEGAL OFFICER
(PT. East West Seed Indonesia )
⏰  Batas Waktu Dari 11 Oktober - 09 Januari 2019
🚗  Purwakarta, Jawa Barat.
⏩⏩ Link Lengkap

ASSISTANT INTERNAL AUDIT MANAGER
(PT. East West Seed Indonesia )
⏰  Batas Waktu Dari 05 September - 04 Desember 2018
🚗  Purwakarta, Jawa Barat.
⏩⏩ Link Lengkap

PURCHASING OFFICER
(PT. East West Seed Indonesia )
⏰  Batas Waktu Dari 27 Agustus - 25 November 2018
🚗  Purwakarta, Jawa Barat.
⏩⏩ Link Lengkap

Selasa, 30 Oktober 2018

Stek Pucuk JABON LEBIH BONGSOR DAN UNGGUL

Stek Pucuk JABON LEBIH BONGSOR DAN UNGGUL



Jabon Merah
Banyak pekebun menggadang-gadang jabon merah sebagai tanaman kayu unggul. Menurut Nuryanto, pembibit jabon di Nurseri Baraya, Bogor, Jawa Barat, pertumbuhan tinggi jabon merah mencapai 4—6 m dan penambahan diameter 6—8 cm per tahun. Yaya Sutarya, pekebun di Desa Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menanam 300 pohon kayu samama itu membuktikannya. Ia menanamnya di lahan 1.400 m2 pada Oktober 2012. Kini tinggi pohon-pohon itu 6—8 m dan diameter 10—14 cm. Artinya samara termasuk kayu cepat tumbuh.

Sayang, keunggulan jabon merah itu tidak “gratis”. Pohon jabon merah berbunga pada umur 8—10 tahun. Sudah begitu, pertumbuhan bibit kayu samama itu sangat lambat: bibit asal biji perlu waktu 8 bulan pascasemai untuk mencapai tinggi 20 cm. Sementara jabon putih berbunga pada umur 5—6 tahun. Di persemaian, bibit jabon putih asal biji siap tanam di lahan dalam 2 bulan.

Stek
Untuk memotong waktu, Nuryanto membuat bibit samama asal setek pucuk Dengan cara itu, ia bisa membuat bibit jabon merah tanpa menunggu tanaman berbunga. Menurut Ahmad Riyadi MSi, kepala Seksi Bioteknologi Pertanian, Balai Pengkajian Bioteknologi, Badan Pengembangan dan Pengkajian Teknologi, Serpong, Tangerang Selatan, pertumbuhan bibit jabon merah asal setek pucuk lebih cepat daripada bibit asal biji.

Musababnya sistem perakaran bibit setekan lebih baik lantaran banyak akar semu yang fungsinya mirip akar tunggang Efeknya tanaman mampu menyerap lebih banyak hara sehingga pertumbuhan semakin cepat. Jika jabon merah asal biji panen pada umur 11—12 tahun, maka pohon asal setek pucuk bisa panen pada umur 5—6 tahun. Itu setara umur panen jabon putih asal biji. Pada umur 6 tahun, diameter pohon mencapai 28—35 cm dan tinggí 18—24 m.

Bahan setek pucuk berasal dan tanaman setinggi minimal 1 m alias berumur setahun kalau menggunakan bibit asal biji. Bukan cuma bibit, tanaman dewasa pun bisa menjadi penyedia bakal setek. Calon setekan pun tídak harus dan pucuk batang utama, bisa juga memanfaatkan pucuk cabang dan bekas potongan di batang utama akan muncul 4—8 tunas yang bisa menjadi bahan setek berikutnya. Sementara dan bekas potongan di cabang, muncul 2—4 tunas bakal setek.
Pucuk samama yang digunakan adalah pucuk yang memunculkan daun baru. Potong di batang yang mengeras, bukan batang muda. Pucuk terbaik sebagal eksplan alias bahan setek adalah pucuk dengan daun termuda belum membuka alias masih kuncup. Potong eksplan dengan pisau tajam dan steril untuk mencegah kerusakan di tanaman utama. Panjang eksplan 4—8 cm dan memiliki sedikitnya 2 mata tunas.

Segera rendam eksplan dalam larutan antistres berupa 2 ml vitamin B1 dalam seliter air untuk mencegah layu. Potong daun. sisakan sepertiga untuk mencegah kehilangan cairan, alu rendam kembali dalam larutan antistres. Selanjutnya rendam 10 menit dalam larutan bakterisida dan fungisida lalu tiriskan. Setelah kering, olesi pangkal setek dengan pasta perangsang akar dan biarkan mengering. Selanjutnya tanam batang setek di polibag berisi media tanam. Masukkan polibag dalam sungkup komunal, siram pada pagi dan sore. Jika berhasil, muncul tunas baru 10—14 hari pascapenyetekan. Selain itu, batang kokoh dan tidak goyah ketika ditarik. Pindahkan setek yang berhasil tumbuh ke jaring peneduh berkerapatan 50—65%.
 
Auksin
Media tanam yang digunakan berupa campuran tanah, pasir dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ayak halus tanah dan pasir, campur dengan arang sekam, aduk rata. Isikan dalam polibag berukuran 12 cm x 15 cm setinggi 2 per 3 tinggi polibag. Di atas media, tambahkan lapisan tipis arang sekam untuk menghindari cipratan air dan mempertahankan kelembapan media dengan mencegah penguapan.

Untuk membuat pasta perangsangakar, campurkan 1 bagian cairan perangsang akar yang mengandung auksin dengan 2 bagian bedak. Aduk sampai membentuk pasta. Ada banyak jenis cairan perangsang akar di pasar, pilih yang mengandung auksin. Selang 1—2 pekan dalam jaring, tambahkan 3—5 butir pupuk majemuk. Benamkan butiran pupuk sejauh mungkin dari batang setek. Setelah itu keluarkan dan jaring, biarkan terkena sinar matahari penuh. Umur 3 bulan, bibit asal setek tumbuh setinggi 20—25 cm dan siap pindah lahan.

Enam tahun pascatanam, pohon hasil tancap pucuk itu siap panen. (Roni Kartiman SP, anggota stat Balai Pengkajian Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
4 Hal Penting Pada BUDIDAYA DURIAN

4 Hal Penting Pada BUDIDAYA DURIAN





Untuk menanam durian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

I. Pilihlah bibit varietas unggul. Varietas unggul likal seperti hepe, matahari, dan perwira. Sementara varietas introduksi antara lain monthong atau kani.

2. Berikan pupuk organik dan anorganik memadai. Pemberiannya tergantung kondisi tanah. Berikan pupuk organik 25 kg per pohon setahun. Sementara untuk pupuk anarganik, 206 g Urea, 143 g NPK, 308 g KCI per pohon jika bobot panen 50 kg. Adapun pohon berbobot panen 100 kg, butuh Urea 412 g, 286 g NPK, dan 616 g KCI per pohon. Pemupukan 3 kali, setelah panen, akhir musim kemarau, dan saat buah sebesar kelereng. Benamkan pupuk di bawah tajuk daun atau kira-kira berjarak 1—1,5 m dari pangkal batang.

3. Kendalikan organisme pengganggu tanaman. Pohan durian rentan terserang penyakit kanker batang. Untuk mengendalikannya, kerok bagian tanaman yang terserang lalu beri bubur borda, kapur, kemudian semprotkan fungisida. Konsentrssi fungisida sesuai anjuran yang tentera di label kemasan.

4. Durian cenderung tidak bisa menyerbuk sendiri. Oleh karena itu diperlukan penyerbuk dari varietas lain, sehingga buah yang terbentuk lebih banyak (lebih dari 25%), rasanya lebih manis, dan ukuran lebih besar.

Berkah Hidup Dari BERTANI SAYURAN DILERENG GUNUNG

Berkah Hidup Dari BERTANI SAYURAN DILERENG GUNUNG


Dekat gunung
Sentra sayuran di Indonesia pada umumnya memang berkembang di lereng atau kaki pegunungan vulkanis yang terletak di dataran tinggi. Di Jawa Barat, misalnya, sentra sayuran terdapat di Cipanas, Lembang, dan Pangalengan. Jawa Tengah ada di Kopeng Wonosobo, dan Dieng. Sementara Jawa Timur, Batu, lien, dan Pandaan.

Di Luar Pulau Jawa, seperti Pulau Sumatera, sentra sayuran berkembang di dataran tinggi Gayo (Aceh); Kaban jahe, Berastagi, Tanah karo, dan Simalungun (Sumatera Utara). Sentra lain sayuran, Meranti  (Riau), Tanjung labung (Jambi), Payakumbuh, Bukittinggi, dan Tanahdatar (Sumatera Barat), Pagaralam (Sumatera Selatan), serta Tanggamus dan Lampung Barat (Lampung).

Sentra sayuran di Bali, terdapat di Tabanan. Lahan di lereng vulkanis memiliki deposit debu vulkanis cukup tebal sehingga terjamin kaya sulfur. Oleh karena itu meski berkali-kali penanaman sayuran pada setiap tahun dan sedikit sekali limbah dikembalikan ke lahan, daya dukung tanah terhadap produksi tetap tinggi.

Tanah yang sedikit terkontaminasi penyakit cendawan, bakteri, dan virus karena sterilisasi tingginya debu vulkanis juga menyebabkan risiko serangan penyakit menurun. Debu vulkanis menjadikan tanah gembur sehingga pengerjaan lahan ringan, pemberantasan gulma mudah, dan panen lancar. Tanah gembur memiliki aerasi dan drainase baik, akar mudah tumbuh, memanjang dan bercabang. Efeknya efisiensi penyerapan air dan hara lebih lancar.

Minyak asiri
Sulfur juge merupakan unsur inti minyak asiri (aetheric oil). Dalam bentuk uap, sulfur merangsang saraf manusia di dalam hidung yang disebut aroma. Misalnya ubi jalar cilembu yang responsif terhadap kehadiran sulfur terkenal memlilki aroma wangi saat disantap hangat itu berkat sulfur dan Gunung Tampomas.

Kangkung yang ditanam di lereng vulkanis memiliki aroma harum. Kangkung lombok, misalnya, terkenal di beberapa restoran di Bali dan Jakarta. Di daerah asalnya, kangkung ditanam di lereng Gunung Rinjani. Sama seperi kangkung sibayak yang laris dijual di Medan. la berasal dan kaki Gunung Sibayak.

Kaitan Dengan Hidroponik
Suatu ketika Sudibyo Karsono, perancang kit hidroponik di Parung Farm, Bogor, Jawa Barat, menanyakan apakah bisa meramu pupuk hidroponik sehingga dihasilkan kangkung yang dapat menandingi kangkung sibayak?

Jawabannya, bisa. Caranya melalui pupuk campuran A-B. Pada konsentrat pupuk A dan pupuk B pemberian sulfur ditingkatkan hingga 200 ppm. Pupuk atau bahan kimia organis sumber sulfat seperti amonium sulfat (NH4)2 SO4, kalium sulfat K2SO4, dan magnesium sulfat MgSO4,7H20.

Dengan pemberian sulfat melimpah, aroma kangkung sibayak tercipta di Parung, Bogor, Jawa Barat. Kelebihan lain, kuah sayur kangkung bening, tidak kusam sebagaimana kangkung biasanya. Kerenyahan juga tinggi dan potongan batang tidak berserat. Selain ditanam di daerah yang kaya sulfur, sentra sayuran Itu juga berkembang di dataran tinggi. Ketinggian rata-rata di atas 1.000 m di atas permukaan laut (dpl). Tak jarang mencapai 1.500 m dpl. Ketinggian itu berpengaruh pada suhu udara sehingga suhu optimal 25°C. Pada suhu itu fotosintesis karbohidrat tinggi, sedangkan respirasi rendah. Akibatnya, pertumbuhan tanaman pesat. Pada suhu  itu, air memiliki nilai oksigen terlarut sekitar 8 ppm. Angka itu baik sekali menunjang respirasi tanaman. Apalagi bila suhu bisa turun menjadi 20°C, konsentrasi oksigen terlarut meningkat menjadi 10 ppm dan respirasi meningkat pula. Energi hasil respirasi digunakan untuk menyerap air dan hara dan media dan mendorong ke tajuk tanaman.

Unsur atau ion berat pun dapat terdorong ke atas. Seperti anion nitrat NO yang yang beratnya 62, anion sulfat SO4 92, dan anion PO4 95. Kation berat misalnya K=39, Ca=40, dan unsur mikro besi, mangan, tembaga. seng, semuanya masuk kelas berat karena semua unsur terserap lengkap, maka tanaman yang terbentuk mendekati kesempurnaan dalam kualitas, penampilan, ukuran, rasa, dan aroma.
(Ir Yos Sutiyoso, ahli pupuk di Jakarta)